Tidak kau ingin bertemu sekedar mengobrol denganku?
Tidak kah kau menginginkan canda sebelum kita berdekatan yang akhirnya berjauhan?
Mana omononganmu yang kita tetap untuk tetap seperti biasanya, Mana sikapmu yang ingin menganggapku ada,
Katamu kita akan tetap menjalin silahturahmi tapi aku tak menemukan itu semua darimu.
Aku selalu berfikir ini kah salahkah ku?
Atau aku yang terlalu berharap saja.
Tapi menurutku tidak, karena aku tetap berusaha menegurmu meskipun kamu lebih dingin dari sebelumnya.
Aku berusaha untuk jadi teman baikmu setelah semuanya usai.
Tapi mengapa kamu tidak?
Aku berusaha mengajakmu untuk menyelesaikan semuanya baik-baik tapi kamu pun menghindar sepertinya dariku.
Aku hanya ingin mengutarakan segalanya secara langsung bukan untuk meminta kamu kembali.
Sebelum aku bisa menemui dan mengutarakan aku tak bisa tenang, Aku ingin kamu dan tetap menjadi teman yang baik seperti komitmenmu.
Mungkin saja kamu lupa?
Atau memang selama ini kamu hanya kasihan jadi kamu seperti itu kah?
Apa kamu tak pernah berpikir bagaimana jadi diriku.
Yang selalu dihantui rasa bersalah dan ingin bertemu denganmu?
Aku selalu menutupi segalanya dengan rapat-rapat.
Aku selalu membohongi diriku sendiri.
Aku yang menahan egoku selama ini, dan selalu memuncak di luar kendali yang belum pernah aku lakukan.
Apa kamu tahu?
Aku rasa tidak.
Kamu terlalu cuek, padahal kamu yang membuatku tetap bertahan meskipun aku tahu kamu menjauhiku.
Aku menunggu untuk selalu bertemu.
Untuk berbicara langsung menyelesaikannya semua.
Aku menunggu hingga lelah sering menghampiri setiap saat.
Aku selalu lebih ingin sendiri karena trauma akan segala omongan yang ada..
Aku trauma karena sikapmu.
Jika kamu memang mengerti seharusnya kamu mau menemuiku, bukan menjauhi ku.
Aku selalu menanti untuk bertemu kepadamu, bukan untuk meminta kembali tapi aku ingin semua seperti sedia kala tanpa beban.
Minggu, 16 Oktober 2016
Temui aku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Waktu Tidur Yang Baik maupun Kurang Baik (HAILULAH, QAILULAH & 'AILULAH)
Apakah yang dimaksud dengan TIDUR HAILULAH, QAILULAH & 'AILULAH? 1.Tidur HAILULAH : Tidur yg menghalangi rizqi 2.Tidur QOILU...
-
Ya, kau datang merubah segalanya. Namun caramu pergi, lebih merubah segalanya. Aku ucapkan terimakasih karena kau pernah hadir di hidupku. L...
-
Ketika ku sendiri Menangis sedu Terlarut dalam kesedihan dan sakit yang membekas Tak kuasa lagi jiwa ini menahan semuanya sendiri Ku...
-
Aku berani bermimpi besar karena mimpi-mimpi kecilku mulai bersemai. Jangan malu selama kamu bisa, Jangan sedih saat kamu jatuh, Tapi ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar