Sabtu, 27 Februari 2016

BENAR - BENAR HILANG UNTUK SELAMANYA



Cinta yang aku cari kini sudah kandas
Cinta yang salah yang membuat kini aku tenggelam
Cinta yang amat menyakitkan bagi dirinya
Dan akhirnya cintai itupun pergi hilang entah kemana

        
Dina seorang gadis periang yang usil serta pecicilan itu sering kandas terhadap  kisah cintanya. Ketika ia kelas  2  smk ia mempunyai kekasih namun sayang kekasih yang ia punya berbeda keyakinan padahal banyak yang bilang kalau mereka itu sangat cocok. Kekasihnya dulu adalah Sandy mereka hanya bertahan sekitar 3 bulan saja  karena mereka tahu akan konsekuensinya jika hubungan mereka berlanjut. Mereka mengakhiri begitu saja hubungan itu tanpa ada rasa salah sedikit pun . Yah memang seharusnya itupun tidak terjadi, namun jika cinta mendera hati pun terbuka sangat  lebar bukan? Setelah Dina dan Sandy berputus kehidupanny seperti semula mereka tetap menjadi teman tanpa adanya permusuhan diantaranya.
          Saat sampai menuju kenaikan kelas tak disadari ia sudah sekian lama bersenda gurau dengan seseorang lelaki teman sekelasnya juga . Ia sosok yang dewasa, humoris, romantic, dan selalu ada dikala Dina merasa sedih. Karena kebaikan lelaki itu sempat Dina menyukainya namun ia masih belum mau untuk membuka hatinya. Dan ternyata diam-diam lelaki itu menyukai Dina dari sebelum mereka sekelas pada waktu itu saat pertama mengikuti MOS ia telah menyukainya . Namun Dina tak menyadari akan hal itu sebelumnya tapi saat Dina merasakan kesedihan ia selalu ada setiap saat dan selalu membuat Dina senang dengan cara-caranya yang memang Dina sukai . Rangga lah lelaki itu yang selalu memperhatikannya diam-diam, mengirimkan beberapa message perhatian ke Dina, dan yang selalu mengajak ketempat-tempat yang paling Dina sukai. Mereka memiliki hobi yang sama yaitu jalan-jalan. Dina mengetahui  Rangga menyukainya saat akhir-akhir ini sikap Rangga beda seperti layaknya seseorang kekasihnya saja tapi Dina juga sudah menyimpan rasa karena sikap Rangga lah yang mebuat Dina Jatuh hati. Dari mereka sering pergi bareng, nongkrong bareng, dan pulang sekolah bareng.  Saat itulah Dina memiliki rasa kepada Rangga . Mereka selalu mempunyai rencana tiap akhir pekan untk berkunjung ketaman, lalu setelah itu pergi berkumpul dengan teman-teman merka yang pasti teman sekelasnya juga. Kadang juga Rangga mengajak kesuatu tempat bersama teman-temannya meski tempatnya tidak terlalu mewah ya ala kadarnya atau biasanya tempat yang gratisan buat nongkrong bersama pasangannya masing-masing.” Nah sedekat inikah kita tanpa ada hubungan special? “ucap Dina dalam hati.
          Rangga itu penyuka music dan memiliki grup band sendiri yang dibangun oleh teman-temannya. Sampai suatu saat Dina diajak olehmu untuk ikut Rangga berlatih music bersama teman-temannya. Setiap bersama Rangga dan mereka Dina selalu nyaman karena kita saling kenal. Setelah menunggumu bermain music  kami semua pergi kesuatu tempat mungkin tempat itu sangat sederhana tapi itu menyenangkan .Kami pergi menuju ke kampung main cipulir untuk bermain outbound bersama. Tiba-tiba Rangga memeluk Dina dengan kencang dan penuh hangat.  Dina membalas pelukan itu dengan hangatnya. Meski didalam hatinya Dina berpikir “Mengapa Rangga seperti itu tiba-tiba? Ada apakah ini? Semoga bukan apa-apa” .

          Keesokannya Dina merasa gelisah entah mengapa? “Ada apa ini dengan perasaanku? Ya Tuhan semoga ini bukan pertanda apa-apa bagiku ataupun siapapun dalam hidupku” ucap Dina. Sampai pukul 12.00 siang Dina menunggu kabar   Rangga tidak seperti biasanya sampai jam segini Rangga tidak memberiku kabar padahal sudah sedari tadi pagi aku mengiriminya beberapa pesan.Mungkin ia sedang sibuk ku tungga saja sampai nanti malam. Namun sampai malam pun dia tak kunjung membalas pesanku . Lalu langsung saja menelponnya berkali-kali tapi tak pernah diangkat olehnya. Dina bingung kenapa dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar seperti ini? Sampai beberapa temannya ku coba hubungi tapi tidak ada yang  tahu keberadaannya . Akhirnya Dina pun menunggu esok untuk bertanya secara langsung kepada Rangga mengapa tiba-tiba seperti itu.
          Sampai didepan kelas Dina menunggu hadirnya Rangga namun dia tak kunjung datang. Dan ternyata Rangga datang tapi ia telat kesekolah hari ini. Ingin rasanya ku jejali seribu pertanyaan padanya , tapi waktu sudah saatnya mulai belajar jadi kutungga saja jam pelajaran usai. Tak lama pelajaran usai Dina menghampiri Rangga dan bertanya tapi tak ada sepatah pun yang dijawab Rangga  dan malah langsung meninggaklan Dina yang sedari tadi menunggu jawaban Rangga. Dina mengejar Rangga namun nihil LAri Dina tak Secepat Rangga ia pun kehilangn jejaknya. Dalam hati Dina bertanya seribu tanya ” Mengapa dia menjadi sedingin ini ? lalu pergi meninggalkanku  tanpa jawaban. Ada apa ini Tuhan?  Apa waktu berlibur kemarin itu pertandanya ? “ Dina selalu mencari tahu apa yang terjadi pada setiap temannya anmun temannya juga taetap tidak tahu.  Dina selalu berusaha untuk mendekat dan coba ingin mengajak bicara tapi ia selalu menghindarinya dan benar-benar menjauh. “ada apa ini? Apa salahku hingga ia tiba-tiba menjauhiku? Apa aku salah telah mencintainya? Aku pikir tidak karena kita tahu sedari awal aku sudah mulai menyukainya dan ia juga menyukai ? lalu mengapa seperti menjauh dengan begitu cepat? “pikir Dina dalam hati. Dina selalu memikirkan alasan apa yang membuat Rangga jauh apa karena mereka hanya sekedar dekat bukan Pacaran?  Mengapa saat aku sudah jatuh hati padamu malah kamu pergi begitu saja. Baru saja aku merasakan ada warna dalam hidupku bersamamu. Tapi sekarang hilang pergi kemana. Kamu yang selalu memberiku senyum tapi sekarang malah tangis yang kau beri. Kamu pergi dengan tiba-tiba dan menjauhiku . LAgi-lagi aku harus kehilangan orang yang aku cintai , orang yang yang memberi ku warna., dan orang yang benar-benar mengerti apa mauku.

          Sudah berapa lama Dina terus berharap dengan Rangga akan kembali mungkin 1 bulan ini. Dina selalu memikirkannya tanpa disadari diam-diam ada yang selalu memperhatikan kesedihannya yaitu sahabatnya RAngga. Tari namanya dia tak tega melihat Dina selalu terpuruk dalam kesedihannya. Lalu ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Rangga. Tak disangka-sangka selama ini dia tak mencintaiku benar-benar. Dia hanya ingin balas dendam terhadap sakit hatinya oleh perempuan lain. “uhh, sungguh bodohnya aku terlalu mencintaimu Rangga , setega itukah kamu padaku ? sampai bisa-bisanya kau menyakitiku seperti itu. Tak pernah terpikir olehku akan hal itu ngga? “  meratapi penyeselannya dalam isak tangisnya ditengah hujan sambil berjalan untuk pulang kerumah.
          Tak berapa lama Dina menyadari kalau ia terlalu larut dalam kisah cintanya hingga akhirnya nilai akhir semesternya sangat menurun drastis. Disaat itulah Dina merasa sangat jengkel karena terlalu larut dalam penyesalannya mencintainya. Dina pun berharap akan bisa seperti dahulu lagi dengan presatasinya yang cukup lumayan. Ia berjanji akan memperbaiki semua nilainya selama kelas 3 nanti. Sudah cukup keterpurukan yang kau berikan dan aku tak ingin mengingat masa laluku kembali. Berusaha keras aku membenahi nilai-nilaiku, dan berharap segera datang hari kelulusaku agar aku bisa melupakanmu. Dina selalu giat belajar, mengikuti banyak perlombaan, dan les sana sini agar ia bisa menjadi kebanggan orang tuanya saat ia telah lulus nanti.
          Di  akhir kelulusannya yang sangat ditunggu-tunggu oleh Dina datang. Ia menggunakan baju yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan cantik ia berdandan dan mampu membuat teman-temannya hampir tidak mengenalnya. Dina sangat merasa senang karena ahri yang ia tunggu pun datang tapi ia juga sedih karena akan menanggalkan masa sekolahnya bersama seluruh kisah cintanya. Tanpa disadari Dina Rangga sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan karena untuk baris laki-laki dan perempuan itu dipisahkan. Saat Dina menoleh ke arah Rangga mereka saling bertatapan mata meski secara berjauhan seakan ada rasa penyesalan mendalam. Tak lama kemudian ponselku bordering dan ada yang mengirim message kepadaku dengan nomor yang tak ku kenal ternyata itu kamu Rangga setelah lama aku menunggu dan berharap.”maaf aku pernah menyakitimu ,meninggalkanmu secara tiba-tiba pula,sebenarnya aku tak bermaksud seperti itu tapi aku terbawa oleh emosiku terhadap dendamku. Sekali lagi aku meminta maaf untuk yang terakhir kalinya Dina” saat aku mambaca message mu itu aku sudah memaafkannya meski sakit dan aku sudah berusaha untuk melupakanmu. Dan ini adalah hari kita bertemu dan aku tak mau lagi berharap kepadamu untuk kesekian kalinya. Saat perpisahan usai kami pulang kerumah masing-masing tapi saat Dina menunggu bus tak disangka-sangka Rangga tertabrak oleh sebuah truk container saat ia hendak menyebrang dan Dina melihat bagaimana kejadian itu didepannya matanya sendiri orang yang ia cintai sampai sekarang tertabrak dan tewas didepannya. Dina langsung menangis dan menjerit sambil berlari ke arah Rangga.”Rangga haruskah kamu sperti ini, haruskah kamu mati seperti ini? Baru kita akan menapaki kehidupan baru mengapa kamu pergi secepat ini Rangga. Aku masih mencintaimu meskipun aku tahu itu aku tak kan pernah memiliki dirimu seutuhnya tapi mengapa kau benar-benar hilang dari kehidupan Rangga. Rangga Kamu jahat sekarang kamu pergi untuk selamanya” ucap tangis Dina sambil memegang jenazah Rangga. Dengan kepergian Rangga begitu cepat Dina pun menerimanya dengan ikhlas walaupun itu sangat sulit. Dan akhirnya Dina menerima kehidupan seperti biasanya kembali .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Waktu Tidur Yang Baik maupun Kurang Baik (HAILULAH, QAILULAH & 'AILULAH)

Apakah yang dimaksud dengan TIDUR HAILULAH, QAILULAH & 'AILULAH? 1.Tidur   HAILULAH  :  Tidur yg menghalangi rizqi 2.Tidur  QOILU...